THS THM Silat di dalam Gereja Katolik

Tulisan Kenangan IYD Manado 2016


Hallo kawan muda yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, menjadi muda memang proses pasti dilalui siapa saja, namun menjadi seorang muda  Katolik adalah pilihan bagi yang mau berjalan setia bersama Yesus.  Dan itulah yang saya alami dan yang saya ambil yaitu menjadi orang muda Katolik atau di kenal sebagai OMK. 

Saya mulai aktif bersama OMK sejak kelas 1 SMA, waktu itu saya hanya bergabung di OMK Stasi Santo Mikael. Yaitu stasi yang berada di pedalaman Kalimantan Timur. Seiring berjalan waktu, saya mulai di percayakan untuk bermain organ untuk koor OMK Paroki. Dan lama-kelamaan akhirnya saya pun aktif menjadi OMK Paroki, dan setiap ada kegiatan OMK saya dengan senang hati mengikuti kegiatan tersebut. Di tambah lagi banyaknya teman-teman wanita yang membuat rasa semangat bertambah. 

Keatifan saya dalam kegiatan OMK rupanya diperhatikan oleh Pastor Paroki dan para Kakak pembina OMK pada waktu itu, dalam kesempatan Natal OMK pada tahun 2015 silam melalui pemilihan saya dipilih menjadi ketua OMK untuk periode 2015-2018.

Walaupun tidak memiliki pengalaman dalam berorganisasi, saya tetap mencoba dan dibantu para pembina dan teman-teman semua Saya bisa menjalankan nya. 

Pada tahun 2016, Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Samarinda memberikan sebuah undangan yang berisi ajakan untuk mengikuti IYD atau indonesian youth day yang dilaksanakan di Manado.  Awalnya saya tidak peduli dengan undangan yang di berikan oleh Romo Paroki kami. 

Pada malam hari setelah selesai latihan koor, saya terkejut tiba-tiba Romo datang dari belakang saya dan menyapa, rupanya beliau memberi tahukan bahwa dari paroki kami akan mengutus dua orang yang akan mengikuti IYD Manado 2016. Dua orang tersebut saya dan satu orang perempuan teman saya. 

Itu adalah sebuah hadiah yang luar biasa bagi saya, selain bisa bertemu berbagai macam Wajah OMK Se Indonesia saya pun pasti nya bisa jalan-jalan Gratis. Pada bulan september 2016 kami semua berkumpul di Aula Keuskupan waktu itu Pastor Komisi Kepemudaan adalah Romo Frans, SVD beliau adalah romo yang memiliki spirit Muda yang luar biasa. Bisa dikatakan kalau semua OMK cocok dengan Pastor tersebut. 

Dalam pertemuan di Aula keuskupan tersebut kami mempersiapkan diri untuk kegiatan IYD tersebut, sekitar 180 orang OMK se Keuskupan Agung Samarinda berkumpul di Aula tersebu, kami retret dan berbagai macam kegiatan kami lalui. 

Akhirnya tiba waktu untuk kami berangkat ke Manado, dari samarinda ke Balikpapan memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan bis, sampai di bandara kami pun menunggu pesawat. Keseruan IYD kami mulai terasa saat di dalam pesawat, siapa sangka ternyata Balikpapan adalah transit dari Bandung sehingga Kami berkumpul dan berjumpa dengan OMK dari bandung dalam pesawat, rasanya adalah luar biasa hampir satu lorong penuh dengan anak OMK. Dan sepertinya Tuhan Yesus hadir dalam suka cita tersebut. 

Memakan waktu sekitar 1 jam akhirnya kami sampai di manado, di bandara sudah tertempel berbagai macam spanduk ucapan selamat datang bagi seluruh OMK se indonesia. Lalu saat masuk kedalam bandara, telinga kami di sambut dengan alunan musik, ternyata OMK Keuskupan manado memaikan musik theme song IYD, sontak saja seluruh bandara penuh riuh dan ramai saat kami menyanyikan lagu IYD. 

Di bandara tersebut keuskupan  kami kembali di sambut dengan OMK Paroki Yesus Gembala Baik Kota Paniki, dan saat itu kami dibawa ke Paroki Mereka, untungnya jarak paroki tersebut dari bandara hanya sekitar 30 menit saja. Dan mulailah kegiatan IYD kami. 

Kami di sambut dengan makanan khas manado yang rata-rata pedas tapi nikmat di makan rasanya ingin nambah terus, belum lagi bubur manado nya wah luar biasa. Belum lagi kami dibuat bingung dengan Logat bahasa manado yang sangat baru di telinga saya hehehe. 

Besoknya kami di antar kerumah orang tua angkat kami. Saya waktu itu tinggal bersama Bapak Julius Rambing, keluarga ini sederhana menantu nya seorang supir taksi dan anaknya seorang penjual Makanan, awalnya saya datang saya langsung di sambut dengan CT atau cap tikus, itu adalah minuman beralkohol khas manado. Rasanya luas biasa buat pusing. Di keluarga ini saya diajarkan banyak hal tentang kebudayaan manado, namun satu hal yang susah saya terima contohnya di manado jam 5 subuh sudah terang sementara di tempat saya jam 5 itu masih gelap, sehingga anak-anak di manado sekolahnya jam 5.30 pagi. Dan jika sore jam 5 sudah gelap wah ini sungguh berbeda yah tapi tetap enak di nikmati, kurang lebih 3 hari saya menginap atau home stay di sana. 

Pada hari ketiga selesai kami home stay kami akhirnya berkumpul semua di Sebuah tempat yang bernama Lotta, disana semua OMK yang berjumlah hampir 7.000 orang seindonesia berkumpul. Kami jalan kaki Dari halaman kantor KONI Mando hingga ke stadion tempat Pembukaan IYD suasana ramai dan suka cita luar biasa saat itu. Saat itu saya dan 8 orang teman saya membawa salib khas Keuskupan kami begitu juga OMK lainnya membawa salib sesuai khas paroki mereka. 

Sesampainya di Stadion kami berjumpa dengan beragam aneka wajah dan pakaian daerah yang baru kami lihat, setelah misa dan acara seremoni lainnya kami kembali istirahat di Biara tempat kami menginap. Tempatnya sederhana namun penuh kebahagiaan. 

Besoknya kami mulai dengan doa pagi senam pagi dan sarapan pagi lalu dilanjutkan dengan Ngopi atau disebut ngobrol Pintar, waktu itu narasumber kami adalah uskup dari Atambua, namun ada yg lain Narasumber Daniel Mananata dan Citra Scokalastika mereka adalah artis katolik. 

Teman-teman banyak hal yang mau saya tulis dan bagikan, tapi ini sudah kebanyakan jadi ditunggu selanjutnya. 










































 































































 

Komentar