THS THM Silat di dalam Gereja Katolik

Suka Duka Gereja di Tengah Tempat Prostitusi


Saat Liburan Kuliah pada tahun 2018 yang lalu. Saya memutuskan untuk berlibur ke kampung halaman teman saya jarak nya dari pusat ibu kota memakan waktu sekitar kurang lebih dua jam dengan motor. Karena kami berangkat nya subuh sekitar jam 5 pagi
Dan saat matahari mulai muncul suasana alam dan embun pagi dingin menyentuh kulit kami. 
Hari itu adalah hari minggu, kami memang jadwalkan pergi pada hari tersebut karena kami merencanakan untuk pergi memancing di sungai yang berada di kampung teman saya tersebut. 
Seperti hari biasanya dan liburan pada umumnya, kami menyibukkan diri dengan persiapan kami. 
Karena hari minggu jadi ada beberapa Masyarakat Kristen Protestan yang pergi beribadah ke Gereja dan itu adalah hal yang wajar. Dalam perjalan kami berbicang asik dan sambil bergurau, saat sedang berbicara kami sibuk bercanda mengenai para '' kupu-kupu malam'' yang terlihat lalai dan capek, jadi saya berpikir itu adalah hal yang wajar karena mereka pasti berkerja keras malam nya untuk melayani konsumen nya. 
Setelah melewati komplek tersebut, perhatian saya berpindah pada sebuah gedung gereja sederhana yang berada tidak jauh dari tempat Prostitusi tersebut, jaraknya hanya sekitar 100 meter. Lalu melihat hal tersebut, muncul pertanyaan dalam pikiran saya '' bagaimana gereja ini bisa ada di tempat ini? '' 
Setelah melewati tempat tersebut saya dan teman saya sampai sungai Tempat tujuan kami. 
Pagi itu pagi yang cerah, sambil Memancing dan menghisap rokok, pikiran saya terus menanyakan hal tersebut Bagaimana bisa gereja tersebut ada di tempat seperti itu? Melihat tingkah saya yang h teman saya lalu bertanya kepada saya "kawan Kenapa kamu terlihat pusing?" Saya menjawab pertanyaan teman saya tersebut "kawan saya bingung bagaimana bisa ada gereja di tempat seperti itu" lalu teman saya menjawab dengan sedikit tertawa hal seperti itu sudah menjadi hal yang biasa di tempat kami karena kami tiap hari melewati gereja yang berada di tempat prostitusi tersebut lalu saya pun mengangguk kepala dan setuju dengan apa yang teman saya katakan
Singkat ceritanya kami pulang dari tempat mancing tersebut dan kembali ke rumah teman saya saat malam tiba saya iseng mengunjungi tempat dimana pendeta tersebut menginap dan saya bertanya kepada pendeta tersebut '' Bapak Pendeta Bagaimana bisa gereja anda berada di tempat yang dekat dengan prostitusi dan apa yang menjadi permasalahan Anda selama melayani di tempat seperti ini "gembala tersebut menjawab iya Ini adalah sebuah tantangan bagi saya karena disinilah saya ditugaskan untuk mewartakan Injil kepada sesama di tengah masyarakat yang seperti ini karena di tempat inilah Kasih Tuhan harus di wartakan. 
Saya termenung mendengar apa yg pendeta tersebut sampai kan dan setelah itu saya pulang kerumah teman saya.  




































Komentar