- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
hallo sabat semua, kali ini mimin akan bercerita atau Intont, ( dongeng)tentang Seorang tokoh wanita sakti dan adik nya yang gagah dan kuat. kisah ini diangkat berdasarkan Buku Renungan Budaya Sedawar baik berikut kisah nya
Judul :
SILUQ KEMBALI KE SENTAWAR
dalam mitologi orang Dayak Rentenungk, Tonyooi dan benuaq, cukup banyak kisah yang menceritakan perseteruan dengan menggunakan kesaktian antara ayus dan siluq yang tidak lain adalah saudara sendiri. siluq adalah seorang perempuan sekaligus ia adalah kakak dari siluq yang adalah seorang laki-laki dan adik dari siluq.
alkisah pada suatu hari, Ayus dan Siluq bersaudara ini menetap di Sentawar, lantas mereka berpisah. siluq pergi ke hulu Riam Sungai Mahakam guna menyusul suaminya yang bernama Mulangk Menyangka, sedangkan Ayus pergi ke Muara Lawa. Konon Ayus khawatir akan kakaknya, yang tak pulang kembali ke Sentawar.
oleh karena itu, Ayus membendung sungai mahakam di daerah Sentawar yang sekarang dikenal dengan Batuq Benaliiq maksudnya, supaya siluq tetap kembali ke Sentawar, bukannya milir terus ke sungai mahakam hingga sampai ke laut, namun Ayus gagal mengahalang Siluq, sehingga ia bisa lewat Sentawar tanpa hambatan hingga ia sampai ke laut, lalu ayus mengejar kakaknya hingga ke muara sungai mahakam dan laut namun ia tidak berhasil untuk membujuk kakaknya untuk kembali ke Sentawar. walaupun begitu Siluq berjanji suatu saat nanti ia akan kembali ke Sentawar untuk mengayomi anak cucunya di Sentawar dan Mahakam Ulu.
konon dalam pertarungan antara Ayus dan Siluq, Siluq selalu menang dalam pertarungan denga Ayus itu dikarenakan ia memiliki kekuatan Magis berbeda dengan Ayus yang hanya memiliki kekuatan fisik. dalam perjalanan pulang nya Ayus dari laut untuk mengejar kakaknya, ia semula memang mudik ke sungai mahakam, namun tidak lagi sampai ke Sentawar. ia Masuk ke Sungai Pahuuq dari Muara Pahuuq yang sekarang. lalu ayus menyusuri sungai Pahuuq, yakni simpang kiri atau kanan sungai mahakam kemudia ia mudik melalui sungai ini. dikisahkan banyak hal yang dibuat oleh Ayus dengan Kekuatannya seperti mencabut pohon benggeris dan membalikkan Akarnya, akibatnya pohon tersebut akar nya keatas dan daunnya ke bawah. menurut cerita Pohon yang dibalik oleh Ayus ini sekarang masih hidup dan berada di Kecamatan Bentian Besar. setelah itu diceritakan bahwa ayus naik ke langit dari kaki gunung Litu di daerah Kalimantan Tengah daerah sungai barito, sehingga gunung tersebut condong ke arah sungai litu.
lalu bagaimana dengan Siluq? sama seperti Ayus, siluq pun kembali ke Sentawar, dikisahkan bahwa sekitar tahun 1980-an ia kembali ke Sentawar. konon menurut Mitos. pada suatu ketika ada seorang nenek tua yang rambut nya sudah putih ikut mudik dalam rombongan penumpang kapal motor dari pelabuhan Samarinda ke Melak. pada tahun 1980 tersebut ada dua kapal motor milik dua orang Haji bersaudara yang sangat baik dikenal oleh orang Hulu, yaitu Kapal Motor Assabirin milik Haji Haron dan Kapal Motor Karya Utama Milik Haji Amat. nah ketika si nenek tua ini hendak mudik dan ingin ikut kapal Assabirin, maka ia ditolak oleh si pemilik kapal tersebut.
maka demikian si nenek tersebut membawa barang nya dan pindah ke kapal Karya Utama dan mengatakan hendak mudik ke Ulu. dan Haji pemilik kapal tersebut memperbolehkan nenek tersebut naik kapal nya, dan nenek ini pun sangat gembira atas kebaikan Haji tersebut walaupun ia hanya boleh duduk dekat WC kapal saja.
dikisahkan bahwa dalam perjalanan tersebut, terjadi suatu keanehan pada si nenek tua ini, semakin kapal ini mendekati Melak, si Nenek ini berubah Menjadi muda dan wajahnya pun Cantik jelita. setelah kapal ini singgah di melak untuk menurunkan barang, maka KM Karya Utama meneruskan perjalanannya ke Long Iram. dan ketika sampai di Rantau Benaliiq di hulu melak atau tepatnya di daerah Sentawar sekarang, maka hari pun sudah malam, dan si nenek tersebut berubah menjadi gadis yang sangat cantik. dan si gadis tersebut minta kepada pemilik kapal untuk menurunkan nya di pelabuhan sekitar tempat itu. ditempat itu nampak sebuah pelabuahan yang ramai, disinari cahaya lampu listrik dan banyak orang ramaii layaknya di pelabuahan melak tadi, dan KM Karya Utama menurunkan Gadis tersebut di pelabuhan tersebut. setelah selesai menurunkan gadis tersebut kapal terbut melanjutkan perjalanannya, anehnya saat di tengah mahakam pelabuhan tadi lenyap dan sepi gelap gulita. lalu cerita ini lantas menyebar dari mulut ke mulut terutama di masyarakat linggang bingung, barong dan melak, maka sejak saat itu juga usaha KM Karya Utama Maju pesat. menurut keyakinan orang Tonyoii kisah nenek tersebut tidak lain adalah si Siluq yang sudah kembali ke Sentawat. ketika itu tahun 1980-an Sentawar belum mejadi Kabupaten dan kini Sentawar telah menjadi Ibu kota Kutai Barat, lantas karena kahadiran Siluq ini maka tidak Heran jika Kutai Barat ini menjadi Tana Puraai Ngeriman.
Semoga Kisah Ini membuat kita ingat akan Masa lalu kita
Sumber Refrensi : Buku Renungan Budaya Sendawar. Tahun 2007.
Judul :
SILUQ KEMBALI KE SENTAWAR
dalam mitologi orang Dayak Rentenungk, Tonyooi dan benuaq, cukup banyak kisah yang menceritakan perseteruan dengan menggunakan kesaktian antara ayus dan siluq yang tidak lain adalah saudara sendiri. siluq adalah seorang perempuan sekaligus ia adalah kakak dari siluq yang adalah seorang laki-laki dan adik dari siluq.
alkisah pada suatu hari, Ayus dan Siluq bersaudara ini menetap di Sentawar, lantas mereka berpisah. siluq pergi ke hulu Riam Sungai Mahakam guna menyusul suaminya yang bernama Mulangk Menyangka, sedangkan Ayus pergi ke Muara Lawa. Konon Ayus khawatir akan kakaknya, yang tak pulang kembali ke Sentawar.
oleh karena itu, Ayus membendung sungai mahakam di daerah Sentawar yang sekarang dikenal dengan Batuq Benaliiq maksudnya, supaya siluq tetap kembali ke Sentawar, bukannya milir terus ke sungai mahakam hingga sampai ke laut, namun Ayus gagal mengahalang Siluq, sehingga ia bisa lewat Sentawar tanpa hambatan hingga ia sampai ke laut, lalu ayus mengejar kakaknya hingga ke muara sungai mahakam dan laut namun ia tidak berhasil untuk membujuk kakaknya untuk kembali ke Sentawar. walaupun begitu Siluq berjanji suatu saat nanti ia akan kembali ke Sentawar untuk mengayomi anak cucunya di Sentawar dan Mahakam Ulu.
konon dalam pertarungan antara Ayus dan Siluq, Siluq selalu menang dalam pertarungan denga Ayus itu dikarenakan ia memiliki kekuatan Magis berbeda dengan Ayus yang hanya memiliki kekuatan fisik. dalam perjalanan pulang nya Ayus dari laut untuk mengejar kakaknya, ia semula memang mudik ke sungai mahakam, namun tidak lagi sampai ke Sentawar. ia Masuk ke Sungai Pahuuq dari Muara Pahuuq yang sekarang. lalu ayus menyusuri sungai Pahuuq, yakni simpang kiri atau kanan sungai mahakam kemudia ia mudik melalui sungai ini. dikisahkan banyak hal yang dibuat oleh Ayus dengan Kekuatannya seperti mencabut pohon benggeris dan membalikkan Akarnya, akibatnya pohon tersebut akar nya keatas dan daunnya ke bawah. menurut cerita Pohon yang dibalik oleh Ayus ini sekarang masih hidup dan berada di Kecamatan Bentian Besar. setelah itu diceritakan bahwa ayus naik ke langit dari kaki gunung Litu di daerah Kalimantan Tengah daerah sungai barito, sehingga gunung tersebut condong ke arah sungai litu.
lalu bagaimana dengan Siluq? sama seperti Ayus, siluq pun kembali ke Sentawar, dikisahkan bahwa sekitar tahun 1980-an ia kembali ke Sentawar. konon menurut Mitos. pada suatu ketika ada seorang nenek tua yang rambut nya sudah putih ikut mudik dalam rombongan penumpang kapal motor dari pelabuhan Samarinda ke Melak. pada tahun 1980 tersebut ada dua kapal motor milik dua orang Haji bersaudara yang sangat baik dikenal oleh orang Hulu, yaitu Kapal Motor Assabirin milik Haji Haron dan Kapal Motor Karya Utama Milik Haji Amat. nah ketika si nenek tua ini hendak mudik dan ingin ikut kapal Assabirin, maka ia ditolak oleh si pemilik kapal tersebut.
maka demikian si nenek tersebut membawa barang nya dan pindah ke kapal Karya Utama dan mengatakan hendak mudik ke Ulu. dan Haji pemilik kapal tersebut memperbolehkan nenek tersebut naik kapal nya, dan nenek ini pun sangat gembira atas kebaikan Haji tersebut walaupun ia hanya boleh duduk dekat WC kapal saja.
dikisahkan bahwa dalam perjalanan tersebut, terjadi suatu keanehan pada si nenek tua ini, semakin kapal ini mendekati Melak, si Nenek ini berubah Menjadi muda dan wajahnya pun Cantik jelita. setelah kapal ini singgah di melak untuk menurunkan barang, maka KM Karya Utama meneruskan perjalanannya ke Long Iram. dan ketika sampai di Rantau Benaliiq di hulu melak atau tepatnya di daerah Sentawar sekarang, maka hari pun sudah malam, dan si nenek tersebut berubah menjadi gadis yang sangat cantik. dan si gadis tersebut minta kepada pemilik kapal untuk menurunkan nya di pelabuhan sekitar tempat itu. ditempat itu nampak sebuah pelabuahan yang ramai, disinari cahaya lampu listrik dan banyak orang ramaii layaknya di pelabuahan melak tadi, dan KM Karya Utama menurunkan Gadis tersebut di pelabuhan tersebut. setelah selesai menurunkan gadis tersebut kapal terbut melanjutkan perjalanannya, anehnya saat di tengah mahakam pelabuhan tadi lenyap dan sepi gelap gulita. lalu cerita ini lantas menyebar dari mulut ke mulut terutama di masyarakat linggang bingung, barong dan melak, maka sejak saat itu juga usaha KM Karya Utama Maju pesat. menurut keyakinan orang Tonyoii kisah nenek tersebut tidak lain adalah si Siluq yang sudah kembali ke Sentawat. ketika itu tahun 1980-an Sentawar belum mejadi Kabupaten dan kini Sentawar telah menjadi Ibu kota Kutai Barat, lantas karena kahadiran Siluq ini maka tidak Heran jika Kutai Barat ini menjadi Tana Puraai Ngeriman.
Semoga Kisah Ini membuat kita ingat akan Masa lalu kita
Sumber Refrensi : Buku Renungan Budaya Sendawar. Tahun 2007.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus